Senin, 30 Januari 2012

hanya orang kaya yg dapat bercita cita!

ada yg setuju nggak saya bilang sperti itu?
hanya org kaya yg dapat bercita cita..
hanya org kaya yg mampu mewujudkan cita cita..
dijaman sekarg ini, udah bnyak modus buat masuk universitas.. salah satunya kepintaran dan kekayaan.
nah, bagaimana dgn org seperti saya?
yg memiliki kekurangan dalam hal kepintaran dan materi!
nggak adil yah??
ketika sya memberanikan diri untuk bercita cita tinggi, kemudian berusaha untuk dapat meraihnya..
sesaat kemudian, keberanian saya pupus dikit demi sedikit, dikarenakan materi!

beberapa saat lalu, rahasia apa yg saya cita cita kan.. saya bongkar kepada kakak saya, krna dia terus mendesak untuk dapat mengetahui apa yg akan saya ambil saat kuliah nanti..
dengan semangat, dan percaya diri.. saya jawab pertanyaan itu.. "universitas brawijaya-kedokteran gigi" jawab saya.
sedetik kemudian, semangat dan kepercaya dirian saya berubah 180 derajat, melihat bgaimana tanggapan dri kakak saya..
dalam teks nya, dia mengatakan, "bemimpi dan berangan tinggi boleh, tapi apa tidak terlalu sakit, jika terlalu tinggi kemudian terjatuh?" saya mengerutkan kening, dan menjawab, "maksudnya?" kemudian kakak saya melanjutkan, dan menjelaskannya.. "kedokteran gigi itu membutuhkan uang yg nggak sedikit.. mungkin kamu bisa masuk, kamu bisa bayar semester pertama, kedua, ketiga.. setelah itu? bagaimana? apalgi saat ada praktek. uang yg dibutuhkan nggak sedikit.. dan saya nggak yakin org tua bisa nutupin semua biaya iu sampai kamu lulus! coba cari cita cita lain, yg emang mampu dalam hal materi dan otak! spya kamu nyaman nanti jalaninya.."
sejenak saya diam dan merenung.. membaca ulang kata demi kata..
seolah sebuah kaca jatuh seketika dihadapan saya menjadi sebuah serpihan kecil!

harus ganti cita cita?
karna uang?
menyedihkaaaan..
cita cita sbgai dokter gigi itu nggak serta merta saya ambil, butuh pertimbangan dan keyakinan buat menyakinkan diri sendiri! tapi skrg bagaimana? saat semua sudah dipersiapkan, kemudian kakak nyuruh saya buat menggantinya?
segampang itu??

menyedihkan, tpi sya harus mengambil langkah dewasa, mencoba mengerti dan mengikuti saran kakak saya..

tpi sebenarnya, kita nggak akan tau apa yg akan kita dapat kan semenit kemudian, atau sejam kemudian, terlebih 3 bulan kedepan.. kita nggak pernah tau!! semua rahasia Illahi.. dan saya yakin apapun itu yg terbaik buat saya nantinya.. :)

Kamis, 26 Januari 2012

dimana saya akan kuliah????

dimana saya akan kuliah???
pertanyaan itu selalu muncul tiba tiba dipikiran saya..
saya slalu pesimis saat mikirin soal ini..
mungkin nggak beberapa bulan kedepan, saya masuk di salah satu PTN di indonesia??
lebih pesimis lagi saat sudah mengikuti try out-try out, yg slalu dipenuhi sama anak SMA 17..
lebih lebih pesimis lagi saat anak SMA 17 slalu mampu menjadi 10 teratas!

ohh my God!! seharusnya itu yg bisa jadikan motivasi untuk terus berkembang.. tapi kenapa itu malah jadi momok atau sesuatu yg menghantui saya?

terlebih saat di rumah, bapak selalu mengingatkan dan menginggatkan saya, untuk HARUS di perguruan tinggi negri! yah.. itu keharusan yg beliau berikan, bukan sebuah pilihan yg harus saya pilih..

keharusan itu membuat saya sangat berhati hati bahkan takut untuk melangkah!!

kenapa tidak membebaskan saya untuk memilih masa depan saya? kenapa segala sesuatu harus diarah kan dan diharuskan????

saya sudah mempunyai pilihan.. saya yakin dengan pilihan saya itu.. tetapi saya tidak yakin sanggup untuk meraih nya..

satu yg slalu saya ingat: "RENCANA MANUSIA INDAH.. TETAPI LEBIH INDAH RENCANA TUHAN" right? ;)

bis NO! book yes! -_-

kemaren sore, waktu mama lgi di counter dan saya di kamar, mama tiba tiba sms saya, yg isinya: "mbak, kesini sebentar" penasaran knpa si mama sms bgtu, sya langsung beranjak dri kasur dan jalan mnuju kecounter..
sesampainya di sana..
saya : "knpa ma?"
mama : "bis mu off?"
saya : "iya ma.. knapa emang?"
mama : "tuh ada pulsa 80ribu, isi sana akifkan yg perbulan"
hmm.. seperti biasa, trnyata masalah aktifkan bis-_-
saya : "nggak ma.. sengaja sya off kan emang..hehe"
mama : "kenapa?"
saya : "mau fokus baca buku dulu, kalo bis nya aktif pasti ketunda-tunda lagi baca bukunya.."
mama : "ohh ya udah.. bagus lahh :)"


sumpah demi apa bbm emang bikin autis penggunanya, bis on itu jadikan saya org yg antisosial, kegiatan lebih banyak dengan hp dibanding dengan lingkungan luar.. dikit dikit bbm getar, dikit dikit twitter bunyi.. enak sih.. tpi klo keseringan juga nggak bagus, maka dri itu kemaren biss saya off-in, saya mau keluar dari zona nyaman itu buat sementara waktu..

apa yg menyebabkan saya off-in bis??
yaah.. itu dikarenakan buku buku yg sudah saya beli dan saya pinjam sejak beberapa minggu yg lalu, nggak jadi jadi terus saya bacaa-_-

beberapa minggu kedepan rencananya saya cuma mau fokus baca buku dulu, nggak aktifin bis sementara wktu..

say No to bis! say YES to book!!! (sementara waktu HAHA)-_-

Asal Mula Burung Garuda Pancasila (Indonesia)



Kita sebagai bangsa Indonesia tentu sering melihat dan sangat mengenal gambar di atas ini. Namun apakah kita benar-benar mengenal gambar tersebut? Jika ditanya itu gambar apa, tentu kita bisa menjawabnya. Namun apakah kita bisa menjawab dengan benar apa nama gambar itu? Siapa perancang gambar itu? Bisakah anda menjelaskan secara detail lambang-lambang yang terkandung di dalamnya? Marilah kita mulai satu per satu.
Sekilas
Gambar di atas itu merupakan lambang negara Indonesia. Lambang negara berupa seekor Burung Garuda berwarna emas yang berkalungkan perisai yang di dalamnya bergambar simbol-simbol Pancasila, dan mencengkeram seutas pita putih yang bertuliskan “BHINNEKA TUNGGAL IKA”. Sesuai dengan desainnya, lambang tersebut bernama resmi Garuda Pancasila. Garuda merupakan nama burung itu sendiri, sedangkan Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang disimbolkan dalam gambar-gambar di dalam perisai yang dikalungkan itu. Nama resmi Garuda Pancasila yang tercantum dalam Pasal 36A, UUD 1945.
Sejarah
Sultan Hamid II, perancangan lambang negara dimulai pada Desember 1949, beberapa hari setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Belanda. Kemudian pada tanggal 10 Januari 1950, dibentuklah Panitia Lencana Negara yang bertugas menyeleksi usulan lambang negara. Dari berbagai usul lambang negara yang diajukan ke panitia tersebut, rancangan karya Sultan Hamid II lah yang diterima. Sultan Hamid II (1913–1978) yang bernama lengkap Syarif Abdul Hamid Alkadrie merupakan sultan dari Kesultanan Pontianak yang pernah menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Kalimantan Barat dan juga Menteri Negara Zonder Portofolio pada era Republik Indonesia Serikat.
Setelah disetujui, rancangan itupun disempurnakan sedikit demi sedikit atas usul Presiden Soekarno dan masukan berbagai organisasi lainnya, dan akhirnya pada bulan Maret 1950, jadilah lambang negara seperti yang kita kenal sekarang. Rancangan final lambang negara itupun akhirnya secara resmi diperkenalkan ke masyarakat dan mulai digunakan pada tanggal 17 Agustus 1950 dan disahkan penggunaannya pada 17 Oktober 1951 oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Sukiman Wirjosandjojo melalui PP 66/1951 dan kemudian tata cara penggunaannya diatur melalui PP 43/1958.
Meskipun telah disahkan penggunaannya sejak tahun 1951, tidak ada nama resmi untuk lambang negara itu, sehingga muncul berbagai sebutan untuk lambang negara itu, seperti Garuda Pancasila, Burung Garuda, Lambang Garuda, Lambang Negara, atau hanya sekedar Garuda. Nama Garuda Pancasila baru disahkan secara resmi sebagai nama resmi lambang negara pada tanggal 18 Agustus 2000 oleh MPR melalui amandemen kedua UUD 1945.
Makna dan Arti Lambang
Garuda Pancasila terdiri atas tiga komponen utama, yakni Burung Garuda, perisai dan pita putih.
Burung Garuda
Burung Garuda merupakan burung mistis yang berasal dari Mitologi Hindu yang berasal dari India dan berkembang di wilayah Indonesia sejak abad ke-6. Burung Garuda itu sendiri melambangkan kekuatan, sementara warna emas pada burung garuda itu melambangkan kemegahan atau kejayaan. Pada burung garuda itu, jumlah bulu pada setiap sayap berjumlah 17, kemudian bulu ekor berjumlah 8, bulu pada pangkal ekor atau di bawah perisai 19 dan bulu leher berjumlah 45. Jumlah-jumlah bulu tersebut jika digabungkan menjadi 17-8-1945, merupakan tanggal di mana kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.
Perisai
Perisai yang dikalungkan melambangkan pertahanan Indonesia. Pada perisai itu mengandung lima buah simbol yang masing-masing simbol melambangkan sila-sila dari dasar negara Pancasila. Bagian tengah terdapat simbol bintang bersudut lima yang melambangkan sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Lambang bintang dimaksudkan sebagai sebuah cahaya, seperti layaknya Tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi setiap manusia. Sedangkan latar berwarna hitam melambangkan warna alam atau warna asli, yang menunjukkan bahwa Tuhan bukanlah sekedar rekaan manusia, tetapi sumber dari segalanya dan telah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada. Di bagian kanan bawah terdapat rantai yang melambangkan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai tersebut terdiri atas mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkait membentuk lingkaran. Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sedangkan yang lingkaran melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkait pun melambangkan bahwa setiap manusia, laki-laki dan perempuan, membutuhkan satu sama lain dan perlu bersatu sehingga menjadi kuat seperti sebuah rantai. Di bagian kanan atas terdapat gambar pohon beringin yang melambangkan sila ketiga, Persatuan Indonesia. Pohon beringin digunakan karena pohon beringin merupakan pohon yang besar di mana banyak orang bisa berteduh di bawahnya, seperti halnya semua rakyat Indonesia bisa “berteduh” di bawah naungan negara Indonesia. Selain itu, pohon beringin memiliki sulur dan akar yang menjalar ke mana-mana, namun tetap berasal dari satu pohon yang sama, seperti halnya keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia. Kemudian, di sebelah kiri atas terdapat gambar kepala banteng yang melambangkan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. Lambang banteng digunakan karena banteng merupakan hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah di mana orang-orang harus berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu. Dan di sebelah kiri bawah terdapat padi dan kapas yang melambangkan sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas digunakan karena merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, yakni pangan dan sandang sebagai syarat utama untuk mencapai kemakmuran yang merupakan tujuan utama bagi sila kelima ini.
Pada perisai itu terdapat garis hitam tebal yang melintang di tengah-tengah perisai. Garis itu melambangkan garis khatulistiwa yang melintang melewati wilayah Indonesia. Warna merah dan putih yang menjadi latar pada perisai itu merupakan warna nasional Indonesia, yang juga merupakan warna pada bendera negara Indonesia. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian.
Pita dan Semboyan Negara
Pada bagian bawah Garuda Pancasila, terdapat pita putih yang dicengkeram, yang bertuliskan “BHINNEKA TUNGGAL IKA” yang ditulis dengan huruf latin, yang merupakan semboyan negara Indonesia. Perkataan bhinneka tunggal ika merupakan kata dalam Bahasa Jawa Kuno yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Perkataan itu diambil dari Kakimpoi Sutasoma karangan Mpu Tantular, seorang pujangga dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Perkataan itu menggambarkan persatuan dan kesatuan Nusa dan Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai pulau, ras, suku, bangsa, adat, kebudayaan, bahasa, serta agama.

sejarah evolusi manusia

Bagaimana asal usul manusia modern yang mendiami dunia modern sekarang ini. Tampak manusia begitu bervariasi baik dari ciri fisik maupun budaya. Pernahkah berpikir bahwa segala manusia modern ini berasal dari Afrika? Dimulai dengan serangkaian gejolak alam menstimulasi evolusi. Primata-primata purba bernasib baik di sini dan bernasib buruk di belahan lain. Sebagian menjadi monyet, sebagian lagi menjadi manusia, sebagian lagi menjadi babon, bonobo, gorila, dan seterusnya. Bagaimana drama evolusi manusia sesungguhnya ini?
Pada Mulanya Adalah Hominid
Ciri Hominid adalah bipedal dan berjalan dengan dua kaki. Keuntungan dari jalan dengan dua kaki adalah mereka bisa mengawasi predator dan mangsa mereka sama baiknya. Dengan tangan yang bebas dari tanah mereka juga bisa memasok makanan ke sarang lebih banyak. Dengan demikian mempengaruhi perkembangan fisik mereka. Dan berkembang terus lebih baik. Sistem bipedal juga hemat energi dibanding dengan berjalan dengan empat kaki (Rodman & Henry , 1980)
Simpanse memiliki garis evolusi lebih dekat ke manusia daripada gorilla, titik perpisahannya ada pada hominid tertua yang pernah di temukan saat ini (sahelantropus tchadensis 7 juta tahun lalu), sedangkan homo erectus masanya berbeda jauh dari leluhurnya sendiri (2-1 juta tahun lalu).
Charles DarwinThe Descent of Man (1871)
Darwin mengeluarkan dua hipotesis. Pertama, dia menunjuk Afrika sebagai tanah leluhur manusia berdasarkan kemiripan anatomi simpanse dan gorila. Kedua, ia mensyaratkan bahwa bisa dianggap sebagai manusia adalah bipedal (melangkah dengan dua kaki). Kenapa harus bipedal?.
Hipotesa Darwin ini waktu itu lemah, karena tidak ada fosil yang pernah di temukan di Afrika. Lagi pula hipotesis kulit putih berasal dari anak cucu orang Afrika sulit di terima pada jaman itu.
Fosil vs Jam Molekuler
Di tahun 1961, antropolog Simons dan Philbeam mengajukan hipotesis bahwa hominid sudah ada sejak 30-15 juta tahun lalu berdasarkan potongan gigi Ramaphitecus (Lewis , 1932). Di dekade yang sama, Pauling dan Zuckerkandl, meneliti asam amino pada hemoglobin dalam darah beberapa spesies sebagai leluhur bersama. Metode ini dinamakan jam molekular.
Kesimpulannya adalah leluhur primata tikus dan kuda (70 juta tahun), leluhur burung (270 juta tahun), leluhur kodok (350 juta tahun) dan hiu (450 juta). Wilson dan Sarichj menggunakan jam molekular untuk mengukur kapan manusia berpisah dari leluhur mereka, ternyata 5 juta tahun lalu. Jadi ada selisih antara kubu genetika (5 juta) dan antropolog (30 juta).
Di Dekade 80-an, Pilbeam dan Andrew, menemukan ramaphitecus yang lebih lengkap bukan gigi semata, yang ternyata bukan bipedal dan hidup di pohon.
Akhirnya terjadi kompromi antara kedua kubu, bahwa angka taksiran bergeser ke titik tengah (10-5 juta tahun lalu). Teori Darwin lantas DIPERBAIKI, bahwa ciri hominid tidak mutlak muncul bersamaan.
Antara Kera dan Hominid
Tiga belas juta tahun lalu, paling tidak dua dari sekian banyak leluhur bersama keramanusia berpisah dari garis leluhur. Sekurangnya satu dari dua spesies menjadi leluhur gorila dan satu lagi menjadi leluhur bersama simpanse dan manusia. Delapan sampai enam juta tahun lalu, leluhur simpanse dan manusia berpisah, yang satu jadi simpanse modern, yang satu jadi hominid. Jadi kera afrika memang bukan leluhur manusia. Ibaratnya, simpanse adalah saudara kandung manusia dan gorilla adalah sepupu, berdasarkan faktor kedekatan evolusi.
Di tahun 2002 , terhitung 22 hominid di temukan. Beberapa diantaranya adalah :
  1. Sahelantropus tchadensis (7-6 juta tahun lalu), diduga batas perpisahan antara leluhur manusia dan simpanse.
  2. Orrorin tugunensis dan Ardiphitecus ramidus kaddabba (6-5 juta tahun lalu).
  3. Ardiphitecus anamensis (5-4 juta tahun lalu).
  4. Australophitecus aethipiocus, Garhi dan anggota genus homo tertua, Homo Rudolfensis (3-2 juta tahun lalu).
  5. Periode kepunahan genus australophitecus dan malah jumlah genus homo bertambah (Homo Ergaster, Homo Habilis, Homo Erectus) (2-1 juta tahun lalu).
  6. Homo antecessor, heidelbergensis, neanderthal dan homo sapiens (1 juta tahun lalu).
Pertanyaannya adalah, bagaimana muncul sedemikian banyak hominid dalam tempo tujuh juta tahun (akan kembali ke lagu lama, satu daratan besar yang berpisah karena gerakan tektonik).
Antara Australopitecus – Homo
Richard Leakey, The Origin of Human Kind (1994) mengemukakan dua sketsa tentatif.
  1. Dari Australopitecus AfarensisAustralopitecus AfrikanusHomo habilishomo erectushomo sapiens.
  2. Homo hipotetisHomo habilisHomo erectusHomo sapiens.
Perdebatan sengit muncul setelah proses dari homo erectus menjadi homo sapiens di tandai fosil hominid yang bertebaran di Asia dan Eropa. Hipotesis pertama adalah multiregional, dimana homo sapiens muncul dari homo erectus yang tinggal di lokasi yang terpisah sejak meninggalkan afrika 2 juta tahun lalu. Oleh karena itu homo sapiens tidak melulu muncul dari Afrika. Tapi hipotesis ini kandas setelah di ketahui fosil homo sapiens lebih tua 40.000 tahun dari Neanderthal. Dan sudah pasti neanderthal bukan leluhur homo sapiens.
Jadi, Homo Erectus yang di temukan di Indonesia seperti Homo wajakensis, Homo soloensis, etc.. dan juga Homo Erectus yang di temukan di Tiongkok itu bukan leluhur manusia modern. Karena ada dua “kloter” migrasi dari Afrika. Dua juta tahun lalu adalah pergerakan Homo Erectus. Sedangkan enam puluh ribu tahun lalu adalah leluhur manusia modern sekarang ini.
Mereka bergerak keluar dari Afrika dan menyebar ke segala penjuru secara bertahap ke Eropa dan Asia daratan. Di Tiongkok dan sekitarnya mereka bergerak lagi ke selatan dan terus ke utara (Siberia). Dari Siberia mereka menyeberangi selat Berring yang hanya sekian kilometer jaraknya dari benua Asia (Russia Modern) dan Amerika (Alaska Modern).
Pada musim dingin, selat membeku dan dapat diseberangi tanpa teknologi transportasi paling maju sekalipun. Homo sapiens ini yang menjadi cikal bakal Indian Modern. Karena pergerakan mereka dari Asia Timur maka ada kemiripan dengan ras mongoloid. Lantas sepanjang perjalanan sejarah. Bangsa Indian ini pun berkembang menjadi berbagai suku dengan ciri fisik, iklim dan budaya tersendiri. Jadi sebelum Darwin atau bahkan Vespuci dan Columbus menemukan benua Amerika. Manusia kuno telah menemukan benua Amerika walau tanpa sengaja dan terdorong mencari tempat yang lebih baik.
Sementara itu Homo Sapiens bergerak ke selatan, ke Yunan, Thailand, Malaya dan lantas Nusantara. Ini yang menjadi cikal bakal orang Indonesia modern. Homo sapiens gelombang kedua ini bernasib lebih baik dari homo Erectus gelombang pertama.
Out of Africa
Wallace dan Wilson menemukan bahwa melalui riset biologi molekular bahwa materi genetik modern berasal dari seorang ibu yang hidup 200.000-150.000 tahun lalu di Afrika. Penelitian di lakukan terhadap mitokondria, bagian sel yang bertanggung jawab terhadap pasokan energy terhadap sel. Dan mitokondriahanya diwariskan dari ibu. Dan model genetiknya di namakan Mitochondrial Eve. Eva aka Hawa ini jangan di bayangkan hanya hidup dengan seorang pria (adam) tapi bagian dari populasi yang terdiri dari 10.000 orang.
Mei 2001, hasil riset menunjukkan bahwa dari 12.000 lelaki bahan genetik yang diteliti menunjukkan bahwa manusia di asia timur berasal dari Afrika bukan dari komunitas hominid lokal.